Sabtu, 04 April 2009

Tak Ada Yang Abadi


























Tak ada yang abadi di dunia ini pasrah lah pada yang maha kuasa...

Senin, 30 Maret 2009

Ini salah satu desain yang aku lombain di communication freak UPN kOMUnikasi 09

Kamis, 09 Oktober 2008

Saham Investasi Hari Ini

Saham Dow Jones Amerika ditutup melemah -678,91 poin dari sebelumnya
dari situs bloomberg hasil perdagangan kali ini
EQUITY INDEXES

VALUECHANGE% CHANGE
S&P 500909.92-75.02-7.62
NASDAQ1,645.12-95.21-5.47
Russell 2000499.20-47.37-8.67
S&P/TSX Comp9,600.18-456.13-4.54
Mexico Bolsa20,310.20-368.77-1.78
Brazil Bovespa37,080.30-1,513.24-3.92

U.S. AFTER HOURS MOST ACTIVE BY VOLUME

PRICE%CHANGEVOLUME
SPDR TRUST SER 190.85-1.3434812117
ISHARES-RUS 200049.75-0.4819602308
POWERSH-QQQ31.15-1.1718453051
MERRILL LYNCH144.0410603319
WACHOVIA CORP4.8823.235828972

FUTURES

VALUECHANGE% CHANGE
Dow8,349.00-249.00-2.90
S&P 500882.90-29.60-3.24
NASDAQ1,242.00-30.00-2.36
S&P/TSE584.20-25.80-4.23
Mexico Bolsa20,516.00-646.00-3.05
Brazil Bovespa36,800.00-506.00-1.36

INDUSTRY GROUP MOVERS BY %CHANGE

VALUECHANGE% CHANGE
S&P 500 CONS DISCRET IDX169.95-13.26-7.24
S&P 500 CONS STAPLES IDX243.51-16.74-6.43
S&P 500 ENERGY INDEX368.35-47.47-11.42

CURRENCIES

VALUECHANGE% CHANGE
EUR-USD1.3528-0.0078-0.57
USD-JPY98.8260-0.9835-0.99
GBP-USD1.6934-0.0163-0.95

COMMODITY FUTURES

VALUECHANGE% CHANGE
Oil82.77-3.82-4.41
Gold919.6033.103.73
Natural Gas6.69-0.13-1.96

BONDS

PRICEYIELD
2-Year100.8441.56
10-Year102.1093.74
30-Year107.4384.07
Canada 10-Year104.9673.63
Mexico Global98.9286.73
Brazil Global100.7557.68

FED TARGET RATE

1 MONTH PRIOR
1.502.00

MORTGAGE RATES (Rates may include points.)

CURRENT1 MO. PRIOR
15-YEAR5.735.42
30-YEAR5.975.79
1-YEAR ARM7.205.94

Untuk lebih jelasnya silahkan click situs bloomberg pada sisi kiri media blogger saya good luck semoga investasi bermanfaat bagi anda


oleh: Dicky pengamat ekonomi dan komunikasi





Minggu, 10 Agustus 2008

E-Culture Masa Kini


Pada hari minggu 10/8-2008 pukul 09.00 ketika baru bangun tidur saya sejenak melihat televisi ketika itu tampil di layar kaca pada acara metro TV dengan judul The Election Chanel E-Life style. Acara tersebut membahas mengenai tekhnologi informasi, Sebagai narasumber pakar dari Yogyakarta Bpk Aris Arif Mundayat (Pakar Antropologi Sosial) , Serta Bpk Mahyudin Al Mudra (Pelestari Budaya Melayu).
Berikut petikan hikmah wawancara yg bisa kita ambil, " Pada intinya E Culture adalah era dimana tekhnologi mengupas semua sumber dalam hal ini budaya diambil sebagai wadah penyalurnya. Kita ketahui bahwa sejak dulu Candi Borobudur merupakan Candi terbesar di Indonesia dan termasuk dari keajaiban dunia. Kemudian kita mendengar beberapa waktu silam bahwa Candi Borobudur sudah tidak lagi merupakan keajaiban dunia.Mengapa hal ini terjadi ?
Setelah diselidiki dan ditelusuri pada masyarakat di seluruh dunia ternyata menggunakan fasilitas online untuk mengetahui seberapa besar orang mengetahui sejarah dunia sehingga mereka dapat menggunakan fasilitas poling yang diajukan pada situs tertentu.
Kemudian Pakar Antropologi Melayu melalui situs Melayuonline.com (Klick situs kiri blog) mengatakan situs ini dipakai bagi informan yang menginginkan perbendaharaan atau bahkan sebagai penulisan sejarah hingga penelitian tentang Melayu.Validitas tentang situs tersebut kurang lebih akurat dikerjakan oleh tenaga yang kesemuanya lulus sarjana S2.Hanya sebagai kendala masih belum banyak kolektifitas data yang diperoleh sehingga penyampaian belum maksimal.

Sabtu, 02 Agustus 2008

Kesalahan Terbang Adam Air

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyimpulkan, kecelakaan pesawat Adam Air di Sulawesi pada Januari 2007 lalu dipicu adanya penyimpangan pada sistem navigasi di pesawat. Fokus konsentrasi pilot pada malfungsi IRS mengalihkan perhatian terhadap instrumen lain sehingga pesawat lepas kendali.
Black Box yang ditemukan sebenarnya belum secara detail dikemukakan oleh pihak transportasi mengenai penyebab kecelakaan tetapi beredar percakapan dengan durasi sekitar 5 menit 38 detik yang menerangkan adanya kontak sebelum kecelakaan itu terjadi,Pesawat yang dikendalikan pada awalnya normal di perairan Majene Sulawesi-Barat. Adanya kata "Jangan dibelokin" hingga 2 kali disebutkan oleh pilot Revri Agustian Widodo kepada co-pilot Yoga 1 januari lalu. Pilot tidak sadar pesawat telah miring beberapa derajat hingga jatuh berkeping-keping. Lalu human erorkah ini menurut anda atau kegagalan kerusakan mesin yang tidak sempat dicek ulang sebelum mengudara.

Rabu, 23 Juli 2008

Media Sebagai Ajang Kreatifitas Ekonomi

Television

Pada masa yang semakin digital layak dijadikan sebagai ajang kreatifitas bagi pelanggan media baik cetak dan elektronik. Media televisi awal tonggak berdirinya bisnis iklan kreatif hingga akhirnya munculah ahli journalist , broadcast , advertising. UU pertelevisian yang mengatur tentang tanggung jawab sosial UU no 32 thn 2002 dalam pemberitaan DPR menilai Depkominfo mengabaikan aturan dalam UU tersebut. Dalam UU itu disebutkan bahwalembaga penyiaran menerapkan sistem stasiun berjaringan paling lama 28 desember 2007 tetapi Depkominfo menundanya. Hingga pemerintah melegalkan diskriminasi terhadap televisi lokal.

Internet

Awal perkembangan Internet dalam sumbernya wikipedia menyebutkan "merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan. Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 3 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya. Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.

Kini Internet digunakan dalam berbagai hal antara lain politik , Kerja , Sekolah , Game dll.

1 Dalam hal Politik pemerintah menerapkan sistem perhitungan cepat dalam setiap pemilihan gubernur atau presiden. Setelah melalui proses perhitungan pemilu kemudian dihitung dan dicatat untuk kemudian dikirim hasil melalui website pemerintah secara akurat. Hal ini dilakukan melalui media internet
2 membuka kesempatan bisnis online pemasang iklan di Internet
Hanya dengan mengerjakan tugas pemasang iklan anda bisa mendapatkan 20-70rb/tugasnya!
Setiap bulannya ada 9-14 tugas ditambah lagi dengan tugas bonus
Lengkap dengan panduan, trainer dan dapatkan gratis ebooks serta software
3. Game Internet salah satu ajang ekonomi bagi para kawula muda. Dari penelitian game seluruh indonesia bahwa game merupakan penghasil keuntungan bagi user (penggunanya). Dalam setiap permainan ada salah satu perusahaan game terkemuka membuat game sekaligus menghasilkan uang bagi pemainnya oleh karenanya tidak hanya anak kecil orang tua hingga saya penulis blog ini terkadang memainkan game tersebut.

Oleh karenanya penggunaan internet bukan hanya sekedar pencarian informasi satu arah, namun yang terpenting dari era ini adalah adanya interaksi.

gbr web & media cetak :















Senin, 21 Juli 2008

Media Di Mata Khalayak
















Sebelas. Itulah jumlah stasiun televisi nasional yang ada di Indonesia saat ini. Cukup banyak, namun jumlah tersebut tidak memberikan keragaman program, yang terjadi justru keseragaman. Masalah tersebut memang sudah menjadi isu yang bisa dibilang klise untuk dunia pertelevisian lokal.

Justru yang tengah hangat saat ini adalah masalah kepemilikan stasiun televisi. Maklum, merger, take over dan penyuntikan modal telah dialami beberapa stasiun televisi. Sebut saja PARA Group yang membawahi Trans Corp dan Trans TV-nya, yang mengambil alih TV7 dari kelompok Kompas Gramedia. Dengan komposisi kepemilikan 51:49, pihak Trans Corp mengubah nama TV7 menjadi Trans 7. Sebelumnya, dana US$20 juta (sekitar Rp 200 miliar) yang digelontorkan kelompok Kompas Gramedia sebagai modal awal hanya mampu menopang TV7 selama lima tahun. Agustus 2006, Trans Corp membeli saham TV7 sebesar 49 persen yang sebelumnya dimiliki oleh kelompok Kompas Gramedia itu.

Di stasiun "berbaju" baru ini, pihak Trans Corp pun menempatkan beberapa personelnya di posisi strategis untuk menyulap tampilan si anak asuh. Jadilah beberapa program yang cukup menaikkanl peringkat Trans 7 dalam perolehan rating versi lembaga survei AGB Nielsen. Termasuk ditayangkannya film-film box office yang selama ini sudah menjadi semacam trade mark Trans TV.

RCTI, TPI, dan Global TV, juga sudah "menyatu" bernaung dalam kelompok Media Nusantara Citra (MNC). Kemudian, masih segar di ingatan, kontroversi dan perubahan yang disebabkan Star TV di dunia pertelevisian Indonesia. Perusahaan milik raksasa media dunia, Rupert Murdoch, itu membeli 20 persen saham antv. Kepemilikan itu turut mengobrak-abrik seluruh program dan staf stasiun televisi milik keluarga Bakrie ini. Tampilannya lebih baru dan segar, semata-semata ditujukan untuk meningkatkan rating dan tentu saja, perolehan iklan.

Sejak 30 April tahun lalu, selain mengganti logo, antv juga merombak program-programnya. Menurut Senior Manager Corporate Communications antv, Zoraya Perucha, baru-baru ini, stasiun televisi tersebut kini memiliki sekitar 80 persen program baru. Sisanya merupakan program lama yang dirombak dan ditampilkan kembali dalam format baru.

Konsep dasarnya adalah menjadikan antv sebagai stasiun televisi dengan program-program alternatif. Mereka berupaya mencuri celah penonton yang ada, terutama mereka yang sudah penat dengan tren sinetron dan program televisi Indonesia yang begitu-begitu saja.

Selain itu, antv juga tanpa tanggung-tanggung menarik dedengkot program berita SCTV, Karni Ilyas. Masuknya Karni mengubah citra antv yang cukup lekat dengan kekerasan dan mistis. Program-program berita ditampilkan lebih elegan dan eksklusif, berkat tangan dingin Karni.

Kini, Karni pindah ke Lativi. Ada apa? Itu yang jadi pertanyaan banyak pihak. Kepindahannya ke sana merupakan bagian strategi pihak Star TV yang juga membeli sebagian saham milik Abdul Latief di Lativi. Beberapa sumber menyebutkan, awalnya Karni memang difokuskan pada antv. Kini setelah antv bisa dilepas kepada orang lain, ia pun mulai berkonsentrasi membidani Lativi baru. Tak heran jika tayangan-tayangan berkonotasi mesum, sadis, dan mistis pun pelan-pelan mulai digeser dari stasiun ini. Rating-nya pun mulai naik secara perlahan.


Kesan Seragam

Perkembangan semacam itu tentunya membawa perkembangan positif bagi pemirsa di rumah. Tayangan-tayangan yang bisa berdampak negatif mulai dieliminasi dari layar kaca. Namun dari sisi keragaman program, tampaknya, merger seperti itu justru berdampak kurang baik. Kesan seragam pun kembali mengemuka.

Menurut pakar budaya massa dan pengamat dunia pertelevisian, Veven Sp Wardhana, perubahan kepemilikan stasiun televisi di Indonesia tidak akan memberi dampak masif pada konten programnya. "Perubahan status itu lebih ke bisnis semata," tutur Veven kepada SP, Kamis (23/8).

Lebih lanjut ia menjelaskan, merger, pengambilalihan stasiun televisi atau penyuntikan dana, hanya berupa investasi yang meniadakan kemungkinan runtuh atau bangkrutnya sebuah stasiun televisi tertentu, atau minimal, mengulur waktu si stasiun televisi tersebut sebelum benar-benar tenggelam. "Para pemilik modal di stasiun televisi biasanya tidak sabar. Mereka tidak mengira bisnis televisi itu butuh waktu panjang untuk bisa sukses. Mereka terbiasa dengan bisnis lain yang cepat mendapat untung," tambah Veven.

Ia menunjuk antv dan Lativi sebagai contoh kasus. Kehadiran Star TV dalam keduanya banyak memberikan masukan positif. "Saya melihat, Star TV memberikan modal dan menularkan profesionalisme mereka," katanya.

Kehadiran sosok seperti Karni Ilyas di kedua stasiun televisi itu juga memberi dampak yang positif menurut Veven. Citra masing-masing stasiun televisi kini lebih baik, yang tentunya akan menguntungkan pemirsa televisi itu sendiri.

Fenomena sebaliknya justru terjadi pada Trans Corp dan MNC Group. Pada Trans Corp, Trans TV dan Trans 7 kini sudah kehilangan keragamannya. Yang hadir hanyalah keseragaman materi program, yang membuat keduanya mirip satu sama lain. Dari sisi kualitas, keduanya memang sama-sama baik. Namun publik dirugikan karena ciri khas TV 7 kini hilang akibat melebur ke dalam nama Trans 7.

Sementara untuk MNC Group yang membawahi RCTI, TPI dan Global TV, saat ini memang masih mengusung segmentasi yang jelas. RCTI lebih ke kaum menengah atas, TPI untuk kaum menengah bawah sementara Global TV condong pada kaum muda.

"Saya pikir, segmentasi seperti itu akan rontok tak lama lagi. Lihat saja, dulu RCTI yang tak mau menayangkan program bernuansa marjinal, kini sudah mulai menggeser diri karena melihat TPI justru sukses dengan segmen tersebut. Lama kelamaan, ketiganya akan mengambil segmen yang sama," jelasnya.

Untuk ke depan, Veven memprediksi, peta dan pola pertelevisian Indonesia masih akan tetap sama seperti saat ini. Banyak program yang seragam, tanpa variasi yang berarti. Satu stasiun televisi mengekor stasiun lain yang dianggap lebih sukses.

Monopoli Informasi

Sementara itu, Kepala Humas Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Heryadi Purnama, di Jakarta, Selasa (21/8) mengatakan, akuisisi sejumlah stasiun televisi berisiko memunculkan monopoli bisnis informasi. Masuknya investasi asing juga membuka peluang masuknya kepentingan asing dalam dunia pertelevisan Indonesia. Peluang bisnis informasi audio visual Indonesia memang menjanjikan keuntungan besar.

Menurut Heryadi, dari sisi bisnis, tayangan televisi saat ini memang menghasilkan rating dan konsumsi iklan tinggi. Tetapi patut disayangkan, misi pendidikan yang harusnya diemban media massa, mulai terkikis. Tayangan televisi bertujuan mencari ke- untungan tanpa mempertimbangkan dampaknya bagi masyarakat. KPI berharap kecenderungan ini tidak terjadi, sehingga media tidak menjadi alat propaganda kelompok tertentu yang bisa mempengaruhi arah pemberitaan yang berat sebelah.

Bergabungnya sejumlah stasiun televisi bukannya tanpa dasar. Sebelum diakuisisi, sejumlah stasiun televisi mengalami kerugian besar. Akuisisi menjadi usaha menyematkan diri dari ancaman kebangkrutan. Hasilnya menunjukan, setelah bergabung, selain terhindar dari kebangkrutan, juga bisa menggandakan keuntungan.

Indosiar, SCTV, dan Metro TV menjadi stasiun yang belum terakuisisi, sekalipun tidak tertutup kemungkinan ketiga stasiun ini akan menggabungkan diri seperti yang lain. Pada kuartal ketiga 2006, Indosiar mengalami rugi bersih Rp 187 miliar, meski pendapatan bersih mencapai Rp 460 miliar. Indosiar juga masih memiliki kewajiban membayar obligasi I Indosiar Visual Mandiri sebesar Rp 696,2 miliar, yang akan jatuh tempo pada 8 Agustus 2008.

Jadi jelas, tujuan akuisisi selain menyelamatkan diri, juga usaha meningkatkan keuntungan. Namun KPI berharap kelompok bisnis siaran televisi Indonesia bersikap bijaksana, dengan menayangkan hiburan yang mendidik, dan bukan semata-mata mengejar rating tinggi dan pemasukan iklan. "Konsumsi publik hendaknya mempertimbangkan unsur hiburan dan pendidikan secara seimbang. Perimbangan pemberitaan juga harus dijaga supaya tak ada pembodohan publik. Kemungkinan masuknya kepentingan asing melalui penyiaran juga harus dicermati," tegas Heryadi.

Jadi, kemana arah stasiun-stasiun televisi di Indonesia? Semoga menuju arah yang benar, sebagai sumber informasi yang mendidik, menghibur, dan membantu mengembangkan wawasan seluruh masyarakat Indonesia. Begitu seharusnya bukan?!