Rabu, 23 Juli 2008

Media Sebagai Ajang Kreatifitas Ekonomi

Television

Pada masa yang semakin digital layak dijadikan sebagai ajang kreatifitas bagi pelanggan media baik cetak dan elektronik. Media televisi awal tonggak berdirinya bisnis iklan kreatif hingga akhirnya munculah ahli journalist , broadcast , advertising. UU pertelevisian yang mengatur tentang tanggung jawab sosial UU no 32 thn 2002 dalam pemberitaan DPR menilai Depkominfo mengabaikan aturan dalam UU tersebut. Dalam UU itu disebutkan bahwalembaga penyiaran menerapkan sistem stasiun berjaringan paling lama 28 desember 2007 tetapi Depkominfo menundanya. Hingga pemerintah melegalkan diskriminasi terhadap televisi lokal.

Internet

Awal perkembangan Internet dalam sumbernya wikipedia menyebutkan "merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan. Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 3 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya. Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.

Kini Internet digunakan dalam berbagai hal antara lain politik , Kerja , Sekolah , Game dll.

1 Dalam hal Politik pemerintah menerapkan sistem perhitungan cepat dalam setiap pemilihan gubernur atau presiden. Setelah melalui proses perhitungan pemilu kemudian dihitung dan dicatat untuk kemudian dikirim hasil melalui website pemerintah secara akurat. Hal ini dilakukan melalui media internet
2 membuka kesempatan bisnis online pemasang iklan di Internet
Hanya dengan mengerjakan tugas pemasang iklan anda bisa mendapatkan 20-70rb/tugasnya!
Setiap bulannya ada 9-14 tugas ditambah lagi dengan tugas bonus
Lengkap dengan panduan, trainer dan dapatkan gratis ebooks serta software
3. Game Internet salah satu ajang ekonomi bagi para kawula muda. Dari penelitian game seluruh indonesia bahwa game merupakan penghasil keuntungan bagi user (penggunanya). Dalam setiap permainan ada salah satu perusahaan game terkemuka membuat game sekaligus menghasilkan uang bagi pemainnya oleh karenanya tidak hanya anak kecil orang tua hingga saya penulis blog ini terkadang memainkan game tersebut.

Oleh karenanya penggunaan internet bukan hanya sekedar pencarian informasi satu arah, namun yang terpenting dari era ini adalah adanya interaksi.

gbr web & media cetak :















Senin, 21 Juli 2008

Media Di Mata Khalayak
















Sebelas. Itulah jumlah stasiun televisi nasional yang ada di Indonesia saat ini. Cukup banyak, namun jumlah tersebut tidak memberikan keragaman program, yang terjadi justru keseragaman. Masalah tersebut memang sudah menjadi isu yang bisa dibilang klise untuk dunia pertelevisian lokal.

Justru yang tengah hangat saat ini adalah masalah kepemilikan stasiun televisi. Maklum, merger, take over dan penyuntikan modal telah dialami beberapa stasiun televisi. Sebut saja PARA Group yang membawahi Trans Corp dan Trans TV-nya, yang mengambil alih TV7 dari kelompok Kompas Gramedia. Dengan komposisi kepemilikan 51:49, pihak Trans Corp mengubah nama TV7 menjadi Trans 7. Sebelumnya, dana US$20 juta (sekitar Rp 200 miliar) yang digelontorkan kelompok Kompas Gramedia sebagai modal awal hanya mampu menopang TV7 selama lima tahun. Agustus 2006, Trans Corp membeli saham TV7 sebesar 49 persen yang sebelumnya dimiliki oleh kelompok Kompas Gramedia itu.

Di stasiun "berbaju" baru ini, pihak Trans Corp pun menempatkan beberapa personelnya di posisi strategis untuk menyulap tampilan si anak asuh. Jadilah beberapa program yang cukup menaikkanl peringkat Trans 7 dalam perolehan rating versi lembaga survei AGB Nielsen. Termasuk ditayangkannya film-film box office yang selama ini sudah menjadi semacam trade mark Trans TV.

RCTI, TPI, dan Global TV, juga sudah "menyatu" bernaung dalam kelompok Media Nusantara Citra (MNC). Kemudian, masih segar di ingatan, kontroversi dan perubahan yang disebabkan Star TV di dunia pertelevisian Indonesia. Perusahaan milik raksasa media dunia, Rupert Murdoch, itu membeli 20 persen saham antv. Kepemilikan itu turut mengobrak-abrik seluruh program dan staf stasiun televisi milik keluarga Bakrie ini. Tampilannya lebih baru dan segar, semata-semata ditujukan untuk meningkatkan rating dan tentu saja, perolehan iklan.

Sejak 30 April tahun lalu, selain mengganti logo, antv juga merombak program-programnya. Menurut Senior Manager Corporate Communications antv, Zoraya Perucha, baru-baru ini, stasiun televisi tersebut kini memiliki sekitar 80 persen program baru. Sisanya merupakan program lama yang dirombak dan ditampilkan kembali dalam format baru.

Konsep dasarnya adalah menjadikan antv sebagai stasiun televisi dengan program-program alternatif. Mereka berupaya mencuri celah penonton yang ada, terutama mereka yang sudah penat dengan tren sinetron dan program televisi Indonesia yang begitu-begitu saja.

Selain itu, antv juga tanpa tanggung-tanggung menarik dedengkot program berita SCTV, Karni Ilyas. Masuknya Karni mengubah citra antv yang cukup lekat dengan kekerasan dan mistis. Program-program berita ditampilkan lebih elegan dan eksklusif, berkat tangan dingin Karni.

Kini, Karni pindah ke Lativi. Ada apa? Itu yang jadi pertanyaan banyak pihak. Kepindahannya ke sana merupakan bagian strategi pihak Star TV yang juga membeli sebagian saham milik Abdul Latief di Lativi. Beberapa sumber menyebutkan, awalnya Karni memang difokuskan pada antv. Kini setelah antv bisa dilepas kepada orang lain, ia pun mulai berkonsentrasi membidani Lativi baru. Tak heran jika tayangan-tayangan berkonotasi mesum, sadis, dan mistis pun pelan-pelan mulai digeser dari stasiun ini. Rating-nya pun mulai naik secara perlahan.


Kesan Seragam

Perkembangan semacam itu tentunya membawa perkembangan positif bagi pemirsa di rumah. Tayangan-tayangan yang bisa berdampak negatif mulai dieliminasi dari layar kaca. Namun dari sisi keragaman program, tampaknya, merger seperti itu justru berdampak kurang baik. Kesan seragam pun kembali mengemuka.

Menurut pakar budaya massa dan pengamat dunia pertelevisian, Veven Sp Wardhana, perubahan kepemilikan stasiun televisi di Indonesia tidak akan memberi dampak masif pada konten programnya. "Perubahan status itu lebih ke bisnis semata," tutur Veven kepada SP, Kamis (23/8).

Lebih lanjut ia menjelaskan, merger, pengambilalihan stasiun televisi atau penyuntikan dana, hanya berupa investasi yang meniadakan kemungkinan runtuh atau bangkrutnya sebuah stasiun televisi tertentu, atau minimal, mengulur waktu si stasiun televisi tersebut sebelum benar-benar tenggelam. "Para pemilik modal di stasiun televisi biasanya tidak sabar. Mereka tidak mengira bisnis televisi itu butuh waktu panjang untuk bisa sukses. Mereka terbiasa dengan bisnis lain yang cepat mendapat untung," tambah Veven.

Ia menunjuk antv dan Lativi sebagai contoh kasus. Kehadiran Star TV dalam keduanya banyak memberikan masukan positif. "Saya melihat, Star TV memberikan modal dan menularkan profesionalisme mereka," katanya.

Kehadiran sosok seperti Karni Ilyas di kedua stasiun televisi itu juga memberi dampak yang positif menurut Veven. Citra masing-masing stasiun televisi kini lebih baik, yang tentunya akan menguntungkan pemirsa televisi itu sendiri.

Fenomena sebaliknya justru terjadi pada Trans Corp dan MNC Group. Pada Trans Corp, Trans TV dan Trans 7 kini sudah kehilangan keragamannya. Yang hadir hanyalah keseragaman materi program, yang membuat keduanya mirip satu sama lain. Dari sisi kualitas, keduanya memang sama-sama baik. Namun publik dirugikan karena ciri khas TV 7 kini hilang akibat melebur ke dalam nama Trans 7.

Sementara untuk MNC Group yang membawahi RCTI, TPI dan Global TV, saat ini memang masih mengusung segmentasi yang jelas. RCTI lebih ke kaum menengah atas, TPI untuk kaum menengah bawah sementara Global TV condong pada kaum muda.

"Saya pikir, segmentasi seperti itu akan rontok tak lama lagi. Lihat saja, dulu RCTI yang tak mau menayangkan program bernuansa marjinal, kini sudah mulai menggeser diri karena melihat TPI justru sukses dengan segmen tersebut. Lama kelamaan, ketiganya akan mengambil segmen yang sama," jelasnya.

Untuk ke depan, Veven memprediksi, peta dan pola pertelevisian Indonesia masih akan tetap sama seperti saat ini. Banyak program yang seragam, tanpa variasi yang berarti. Satu stasiun televisi mengekor stasiun lain yang dianggap lebih sukses.

Monopoli Informasi

Sementara itu, Kepala Humas Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Heryadi Purnama, di Jakarta, Selasa (21/8) mengatakan, akuisisi sejumlah stasiun televisi berisiko memunculkan monopoli bisnis informasi. Masuknya investasi asing juga membuka peluang masuknya kepentingan asing dalam dunia pertelevisan Indonesia. Peluang bisnis informasi audio visual Indonesia memang menjanjikan keuntungan besar.

Menurut Heryadi, dari sisi bisnis, tayangan televisi saat ini memang menghasilkan rating dan konsumsi iklan tinggi. Tetapi patut disayangkan, misi pendidikan yang harusnya diemban media massa, mulai terkikis. Tayangan televisi bertujuan mencari ke- untungan tanpa mempertimbangkan dampaknya bagi masyarakat. KPI berharap kecenderungan ini tidak terjadi, sehingga media tidak menjadi alat propaganda kelompok tertentu yang bisa mempengaruhi arah pemberitaan yang berat sebelah.

Bergabungnya sejumlah stasiun televisi bukannya tanpa dasar. Sebelum diakuisisi, sejumlah stasiun televisi mengalami kerugian besar. Akuisisi menjadi usaha menyematkan diri dari ancaman kebangkrutan. Hasilnya menunjukan, setelah bergabung, selain terhindar dari kebangkrutan, juga bisa menggandakan keuntungan.

Indosiar, SCTV, dan Metro TV menjadi stasiun yang belum terakuisisi, sekalipun tidak tertutup kemungkinan ketiga stasiun ini akan menggabungkan diri seperti yang lain. Pada kuartal ketiga 2006, Indosiar mengalami rugi bersih Rp 187 miliar, meski pendapatan bersih mencapai Rp 460 miliar. Indosiar juga masih memiliki kewajiban membayar obligasi I Indosiar Visual Mandiri sebesar Rp 696,2 miliar, yang akan jatuh tempo pada 8 Agustus 2008.

Jadi jelas, tujuan akuisisi selain menyelamatkan diri, juga usaha meningkatkan keuntungan. Namun KPI berharap kelompok bisnis siaran televisi Indonesia bersikap bijaksana, dengan menayangkan hiburan yang mendidik, dan bukan semata-mata mengejar rating tinggi dan pemasukan iklan. "Konsumsi publik hendaknya mempertimbangkan unsur hiburan dan pendidikan secara seimbang. Perimbangan pemberitaan juga harus dijaga supaya tak ada pembodohan publik. Kemungkinan masuknya kepentingan asing melalui penyiaran juga harus dicermati," tegas Heryadi.

Jadi, kemana arah stasiun-stasiun televisi di Indonesia? Semoga menuju arah yang benar, sebagai sumber informasi yang mendidik, menghibur, dan membantu mengembangkan wawasan seluruh masyarakat Indonesia. Begitu seharusnya bukan?!

Kamis, 03 Juli 2008

Internet Pemicu Perang Komentar RI -Malaysia


Masih ingatkah anda akan konflik sodara serumpun di asia tenggara dari tahun ke tahun semakin memanas. tiap tahun pasti ada saja ulah kedua negara ini yg dapat memicu bentrok. Setelah perang urat syaraf perebutan pulau hingga tekhnik hacker kedua belah negara menjadi hal utama ulasan saya Dicky sebagai penulis blog ini.
picture di atas diambil pada 29/11/07 melalui www.heritage.gov. dari situs kebudayaan , kesenian, dan Warisan Malaysia. Tuntutan tersebut dibuat oleh salah seorang warga negara Indonesia yang tidak rela budaya negara di plot oleh asing, walau dianggap sebagai negara serumpun tetap saja unjuk kekuatan dalam tekhnologi tak berubah kekecewaan para dedemit maya Indonesia kepada 'ulah' Malaysia yang dianggap telah mencuri kesenian dan kebudayaan Indonesia.
Sejak pemerintahan era Soekarno yang memperingatkan Ganyang Malaysia hingga saat ini buntut kekecewaan terhadap bangsa Petronas itu sangatlah besar contoh saja angklung sebagai budaya Indonesia khususnya dari Jawa Barat , tentu saja hal ini memicu kemarahan. Belum surut kita dari rasa benci terhadap negara tetangga Iklan negara mereka pun tampil di setiap kaca pemirsa Indonesia. Ingatkah ajakan negara tersebut untuk berkunjung dengan kata - kata manisnya "Malaysia Asia Sebenar - benarnya"

Belum lagi posting kebudayaan lainnya yang di plot sebagai budaya asli Indonesia sebagai contoh kesenian-kesenian asal Indonesia. Reog Ponorogo, lagu Rasa Sayange, dan angklung. Bagaimana tanggapan para petinggi Malaysia?
Ternyata jawabannya beragam :
1.
Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Dato' Zainal Abidin Mahamad Zain menegaskan tak pernah mengklaim kesenian-kesenian asal Indonesia. Reog Ponorogo, lagu Rasa Sayange, dan angklung masuk Malaysia dibawa para pendatang.
2.
Lagu Rasa sayange misalnya, dia menjelaskan bahwa lagu itu bukanlah dinyatakan sebagai lagu Malaysia. "Lagu ini kami gunakan sebagai satu ekspresi untuk menyambut pelancong asing. Lagu itu bukan saja dinyanyikan oleh masyarakat di Indonesia, tapi di Malaysia, Singapura, Brunei, sebelum perang Dunia II.
3.
tuduhan bahwa Malaysia mengklaim barongan berasal dari Malaysia merupakan tuduhan yang tidak tepat. "Saya katakan ini dakwaan yang nakal, sehingga kini belum dapat dibuktikan bahwa Malaysia telah mengklaim Barongan berasal dari Malaysia.
4.
Angklung telah dibawa oleh masyarakat nusantara yang berhijrah ke Tanah Melayu sejak ratusan tahun. Mereka bebas menggunakan dan memainkan alat musik ini.
5.
Batik dari Malaysia mempunyai motif atau corak yang berbeda dengan batik di Indonesia. Batik juga didapati di Suriname, Afrika, Thailand, Hawaii, dan sebagainya.





Hingga kasus tari reog ponorogo yang akhirnya
Malaysia telah mencabut dua tarian yang diduga merupakan milik Indonesia pada 4 Desember 2007. Itulah salah satu Jasa konflik melewati Internet.
Oleh Dicky Putra Wiguna untuk blog Indonesia

Rabu, 02 Juli 2008

Digital di Sekeliling Kita




Teknologi digital kini sudah dapat dinikmati hampir di semua produk yang ada di sekitar kita. Mulai dari kamera, televisi, telepon, sampai mesin cuci. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan digital sendiri? Lalu, mengapa harganya cenderung lebih mahal?


Kamera digital, televisi digital, radio digital, transmisi digital, jam digital, hampir semua perangkat yang ada di sekitar kita saat ini telah dilengkapi dengan kata digital. Biasanya semua yang dilengkapi dengan kata ini harganya menjadi lebih mahal dibanding dengan yang tidak menggunakannya. Contoh saja kamera digital. Harga untuk sebuah kamera digital yang sangat sederhana saja bisa mencapai Rp1 juta. Padahal untuk kamera pocket manual harganya ada yang di bawah Rp200.000.

Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan kata digital para perangkat-perangkat tersebut? Untuk beberapa barang, fisiknya mungkin masih dapat dibedakan, namun untuk beberapa perangkat mungkin agak sedikit sulit membedakannya. Contoh saja televisi digital dengan televisi biasanya. Keduanya memiliki bentuk fisik yang sama. Padahal caranya menangkap siaran masing-masing berbeda.

Sama halnya dengan mesin cuci yang dilengkapi dengan kontrol digital. Bentuk dan fiturnya mungkin bisa sama dengan yang tidak dilengkapi fitur digital, namun bentuk fisiknya masih tetap sama.

Meskipun masih dijual dengan harga yang tidak murah, keberadaan teknologi digital memang mampu mempermudah pekerjaan manusia. Sebab biasanya yang dilengkapi dengan teknologi digital dapat lebih mudah terkontrol dan digunakan. Misalkan saja kamera digital. Seseorang tidak perlu susah-susah memasang film, karena sebagai penggantinya foto yang tersimpan dalam format digital ini tidak memerlukan film untuk menyimpan gambar, melainkan hanya memerlukan sebuah kartu memory sangat kecil yang dapat menyimpan banyak gambar.

Namun berhubung muatan rangkaian elektronika pada perangkat digital sangat banyak, maka perangkat digital menjadi lebih rentan dari perangkat yang bukan digital. Tidak boleh mudah terkena percikan air (mudah korslet) dan jika rusak dapat lebih sulit diperbaiki.

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan digital? Dan mengapa perangkatnya lebih mahal ketimbang yang biasa? Mari kita temukan jawabannya bersama!

Digitalisasi
Jika sebuah perangkat elektronik ataupun mekanik dikatakan bahwa telah dilengkapi dengan teknologi digital, maka perangkat tersebut memiliki sebuah IC (integrated circuit) khusus yang telah terprogram atau memiliki karakteristik tertentu. IC ini juga biasa disebut dengan microcontroller. Sehingga pada saat seorang user menggunakan alat tersebut akan menjadi lebih mudah dan sederhana.

Contoh yang sederhana adalah AC split yang biasa digunakan di rumah atau di kantor-kantor. Ketika seorang pengguna menentukan bahwa ia ingin memiliki suhu 20° Celcius, maka ada sebuah IC AC tersebut akan bekerja agar suhu ruangan sesuai dengan yang diharapkan oleh user.

Bagaimana caranya? Ada sebuah sensor khusus yang akan bekerja mengamati suhu ruangan, lalu sensor tersebut akan melaporkan pada IC apakah sudah sesuai apa belum. Jika IC menilai bahwa suhu belum mencukupi, maka kerja AC akan dipacu lebih keras. Namun jika ternyata suhu yang ditangkap oleh sensor lebih rendah, maka IC akan memerintahkan pada AC untuk bekerja lebih kalem.

Jika tidak ada IC yang terprogram, maka si user harus bekerja sendiri untuk mengontrol kerja AC. Selain AC, contoh lain yang sederhana juga adalah kalkulator. Jika Anda menekan tombol angka 1, maka layar LCD akan menunjukkan angka 1. Ini tandanya ada sebuah IC yang telah terprogram yang dapat mengetahui bahwa jika tombol satu yang terletak di pojok kanan diaktifkan, maka IC akan memerintahkan LCD agar menyala pada bagian tertentu sehingga tampil angka 1.

Merancang sebuah komponen digital tidak mudah. Selain ada proses penambahan IC, IC-nya sendiri masih harus diprogram sehingga pembuatan perangkat digital memang dianggap lebih sulit. Hal inilah yang mengakibatkan perangkat digital lebih mahal dari perangkat biasa. Selain itu, dalam perangkat digital selain IC biasanya melibatkan beberapa sensor yang cukup sensitif. Semakin tinggi nilai sensitivitas dan daya jangkaunya, maka perangkat tersebut dapat menjadi lebih mahal. Contoh saja kamera digital.

Apa yang dilakukan oleh microcontroller sebenarnya sama dengan apa yang dilakukan oleh komputer, namun dalam skala yang sangat kecil. Dan dengan dasar ini jugalah komputer dirancang. Oleh sebab itu, semua yang ada dalam komputer merupakan teknologi digital.

Untuk dapat mengerti apa yang dimaksud dengan rangkaian digital, rasanya akan lebih mudah jika Anda mengetahuinya dari jenis rangkaian yang paling sederhana terlebih dahulu.

Angka 1 dan 0
Digital berasal dari kata digit yang berarti angka. Mengapa dinamakan digital, karena memang semua yang berhubungan dengan digital selalu berhubungan dengan angka, yaitu 1 dan 0.

Rangkaian digital berbeda dengan rangkaian biasa (analog). Dalam rangkaian digital, ada yang dinamakan gate atau gerbang. Jika melalui rangkaian didapat hasil, maka bukan besar tegangannya yang akan dihitung atau dinilai oleh rangkaian digital, namun ada atau tidaknya tegangan yang dihasilkan.

Oleh sebab itu, dalam rangkaian digital hanya ada dua kondisi saja yaitu on atau off. On diwakilkan dengan angka 1, sedangkan off diwakilkan dengan angka 0. Gate sendiri ada beberapa jenisnya dan setiap jenis gate memiliki hasil yang berbeda-beda. Meskipun berbeda-beda hasilnya, selalu terdiri dari keadaan mati (off) yang diwakilkan dengan angka 0 atau nyala (on) yang diwakilkan dengan angka 1.



Sebenarnya jumlah gerbang digital itu sendiri sangat banyak, namun ada beberapa contoh gerbang yang sangat umum untuk dipelajari, yaitu:

1. Not Gate
Ini adalah gerbang yang bersifat ingkaran. Nilai yang keluar dari gerbang ini selalu terbalik dengan nilai masukannya. Misalnya jika yang masuk berstatus nilai 1, maka yang keluar adalah 0. Sebaliknya jika yang masuk berstatus nilai 0, maka yang keluar akan berstatus nilai 0.

2. And Gate
Jika pada Not Gate yang masuk hanya ada satu, maka pada And Gate minimal harus ada dua yang masuk. Untuk lebih jelas seperti apa gambar rangkaiannya dan tabel hasilnya, perhatikan saja gambar.

3. Or Gate
Sama halnya dengan And Gate, pada Or Gate masukannya pun ada dua jalur. Namun untuk hasilnya, Or berbeda dengan And Gate. Jika pada And Gate hasil 1 hanya diperoleh jika kedua masukannya sama-sama 1. Sedangkan Or Gate, hasil 0 hanya dapat diperoleh ketika kedua-duanya berstatus 0.

4. Nand Gate (Not And Gate)
Ini adalah gerbang yang memiliki hasil kebalikannya And Gate. Jika pada And Gate masukan keduanya bernilai 1, maka keluaran bernilai 1 juga. Pada Nand Gate, hasil ini akan dibalik menjadi nol.

5. Nor Gate (Not Or Gate)
Sama sifatnya dengan Nand Gate, yang merupakan kebalikan dari gerbang And, maka hasil yang diperoleh oleh Nor Gate ini adalah kebalikannya dari yang dihasilkan oleh Or Gate.

6. Xor Gate
Ini dikatakan juga gerbang eksklusif. Sebab hasilnya bukan kebalikannya, melainkan punya aturan tersendiri. Jika nilai masukannya sama, maka hasilnya 0. Sedangkan jika masukannya berbeda satu sama lain, maka keluarannya akan bernilai 1.

Jika semua gerbang ini dirangkai menjadi satu, maka akan tercipta sebuah rangkaian dalam yang sangat rumit. Contoh saja sebuah rangkaian sederhana untuk menghidupkan seven segment berikut yang biasa digunakan pada lift, IC yang digunakan dinamakan 7447.

IC ini memang sangat sering dipergunakan untuk menyalakan seven segment. Dalam IC ini terdapat berbagai macam rangkaian gate digital. Setiap gate saling berhubungan sehingga menghasilkan sebuah IC yang memiliki karakteristik.

Ada empat jalur yang digunakan sebagai masukan untuk IC 7447 ini, dan ada tujuh jalur yang digunakan sebagai keluarannya. Setiap masukan menghasilkan keluaran yang berbeda-beda. Jika jalur masuk diberikan tegangan, maka pada jalur keluaran akan diperoleh hasil yang bervariasi tergantung pada bagaimana tegangan yang masuk. Misalkan untuk menyalakan garis b dan c, IC harus diberikan masukan melalui jalur A dan C saja.

Ini adalah bentuk rangkaian digital yang sangat sederhana. Untuk rangkaian yang lebih rumit lagi, IC memiliki jumlah jalur yang lebih banyak, baik untuk masuk maupun keluar. Bahkan ada beberapa IC sampai harus khusus diprogram agar hasil yang dapat dilakukan oleh IC dapat lebih spesifik.


Komponen Lain
IC-IC ini juga dapat dihubungkan dengan komponen lain yang dapat diajak bekerja sama untuk dapat menghasilkan sebuah rangkaian digital yang sangat bermanfaat. Contohnya saja dengan layar seven segment seperti tadi sebagai output atau juga sensor sebagai input.

Sensor yang digunakan sebagai komponen input maupun pengontrol banyak jenis dan ragamnya. Tergantung pada kebutuhan perangkat yang akan dirangkai. Setiap sensor memiliki nilai sensitivitas beragam. Semakin tinggi nilai sensitivitasnya, biasanya akan semakin mahal. Misalnya saja sensor yang digunakan untuk mendeteksi suhu. Ada sensor yang dapat mendeteksi setiap 1 derajat perubahan namun ada juga sensor yang dapat mendeteksi sampai 0,5 derajat perubahan.

Misalnya pada AC split yang sempat disinggung tadi. Beberapa AC split memang menggunakan sensor suhu yang dapat diajak bekerja sama mengontrol temperatur ruangan. Sehingga AC tahu bagaimana harus memacu kerjanya. Atau untuk mudahnya jika Anda memiliki thermometer digital, perhatikan saja perubahan nilai temperatur yang diperlihatkannya.

Sedangkan sebagai output IC, juga dapat menggunakan komponen beragam. Selain seven segment, masih banyak lagi. Salah satu yang paling sering digunakan adalah motor stepper. Motor steeper biasanya digunakan untuk menggerakan suatu objek.

Dan satu lagi yang dapat menjadi ciri khas perangkat digital adalah adanya kemungkinan untuk mengalami pengupgrade-an sistem. Contoh saja ponsel. Berkembangnya teknologi software atau pemrograman yang dimiliki oleh perangkat digital tersebut, membuat adanya kemungkinan perbaikan sistem tanpa harus mengganti komponen-komponen yang sudah ada.

PC Media
Edisi Agustus 2004
No.08/2004