
Pada hari minggu 10/8-2008 pukul 09.00 ketika baru bangun tidur saya sejenak melihat televisi ketika itu tampil di layar kaca pada acara metro TV dengan judul The Election Chanel E-Life style. Acara tersebut membahas mengenai tekhnologi informasi, Sebagai narasumber pakar dari Yogyakarta Bpk Aris Arif Mundayat (Pakar Antropologi Sosial) , Serta Bpk Mahyudin Al Mudra (Pelestari Budaya Melayu).
Berikut petikan hikmah wawancara yg bisa kita ambil, " Pada intinya E Culture adalah era dimana tekhnologi mengupas semua sumber dalam hal ini budaya diambil sebagai wadah penyalurnya. Kita ketahui bahwa sejak dulu Candi Borobudur merupakan Candi terbesar di Indonesia dan termasuk dari keajaiban dunia. Kemudian kita mendengar beberapa waktu silam bahwa Candi Borobudur sudah tidak lagi merupakan keajaiban dunia.Mengapa hal ini terjadi ?
Setelah diselidiki dan ditelusuri pada masyarakat di seluruh dunia ternyata menggunakan fasilitas online untuk mengetahui seberapa besar orang mengetahui sejarah dunia sehingga mereka dapat menggunakan fasilitas poling yang diajukan pada situs tertentu.
Kemudian Pakar Antropologi Melayu melalui situs Melayuonline.com (Klick situs kiri blog) mengatakan situs ini dipakai bagi informan yang menginginkan perbendaharaan atau bahkan sebagai penulisan sejarah hingga penelitian tentang Melayu.Validitas tentang situs tersebut kurang lebih akurat dikerjakan oleh tenaga yang kesemuanya lulus sarjana S2.Hanya sebagai kendala masih belum banyak kolektifitas data yang diperoleh sehingga penyampaian belum maksimal.
Berikut petikan hikmah wawancara yg bisa kita ambil, " Pada intinya E Culture adalah era dimana tekhnologi mengupas semua sumber dalam hal ini budaya diambil sebagai wadah penyalurnya. Kita ketahui bahwa sejak dulu Candi Borobudur merupakan Candi terbesar di Indonesia dan termasuk dari keajaiban dunia. Kemudian kita mendengar beberapa waktu silam bahwa Candi Borobudur sudah tidak lagi merupakan keajaiban dunia.Mengapa hal ini terjadi ?
Setelah diselidiki dan ditelusuri pada masyarakat di seluruh dunia ternyata menggunakan fasilitas online untuk mengetahui seberapa besar orang mengetahui sejarah dunia sehingga mereka dapat menggunakan fasilitas poling yang diajukan pada situs tertentu.
Kemudian Pakar Antropologi Melayu melalui situs Melayuonline.com (Klick situs kiri blog) mengatakan situs ini dipakai bagi informan yang menginginkan perbendaharaan atau bahkan sebagai penulisan sejarah hingga penelitian tentang Melayu.Validitas tentang situs tersebut kurang lebih akurat dikerjakan oleh tenaga yang kesemuanya lulus sarjana S2.Hanya sebagai kendala masih belum banyak kolektifitas data yang diperoleh sehingga penyampaian belum maksimal.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar